RajaBacklink

10 Benda Ditempat Kerja Yang Sering Dipegang & Tanpa Kita Sadari Bisa Menularkan Covid-19

1 Feb 2021  |  421x | Ditulis oleh : Admin
10 Benda Ditempat Kerja Yang Sering Dipegang & Tanpa Kita Sadari Bisa Menularkan Covid-19

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa virus corona bisa menempel dan bertahan hidup lama pada benda-benda mati tertentu. Tidak hanya di tempat umum saja, ternyata dilingkungan kerja pun bisa saja tertular melalui benda mati yang ada di tempat kerja kita.

Mungkin anda bertanya-tanya, benda mati apa saja yang ada di lingkungan kerja yang bisa menularkan virus corona. Langsung saja kita ulas 10 benda mati ditempat kerja yang bisa menularkan virus corona;

Gagang Pintu

Sudah menjadi rahasia umum, gagang pintu menjadi salah satu tempat yang bisa menularkan virus corona pada seseorang. Hal ini lantaran, gagang pintu merupakan salah satu benda yang sering disentuh oleh sejumlah orang. Terutama pada gagang pintu di tempat kerja.

Melansir dari Boldsky, Senin (23/3/2020), gagang atau kenop pintu masuk ke dalam benda-benda yang memungkinkan tertempel virus corona. Semakin banyak orang menyentuh, maka semakin banyak pula kuman yang menempel. Tak terkecuali virus corona (Covid-19). Dan kuman-kuman itu dapat dengan mudah berpindah ke tangan seseorang.

Keyboard

Bagi kalian yang bekerja menggunakan komputer dan keyboard, sebaiknya lebih berhati-hati. Melansir dari Boldsky, keyboard juga menjadi salah satu benda berisiko tinggi tertempel virus corona. Bukan tanpa alasan yang tidak jelas.

Keyboard pada komputer cenderung memiliki kuman yang lebih banyak. Hal ini lantaran, sebagian besar pengguna komputer sering makan di meja mereka. Tak sedikit dari mereka juga beberapa kali menumpahkan makanan atau minuman di sana. Tanpa di sadari, kuman bisa berkumpul di antara tombol keyboard.

Tombol Lift

Kemudian ada tombol lift yang berisiko ditempeli virus corona. Tidak hanya di kantor, tombol lift di pusat perbelanjaan hingga universitas juga memiliki risiko yang sama besarnya. Tidak sedikit orang menggunakan lift setiap harinya. Terutama bagi mereka yang kerja di lantai atas.

Itu berarti, tombol lift juga disentuh puluhan hingga ribuan kali oleh orang yang berbeda-beda. Tak pelik, tombol lift menjadi sarang kuman penyakit. Untuk itu, hindari melakukan kontak langsung dengan tombol lift. Sebaiknya, gunakan media lainnya seperti siku untuk menekan tombol lift.

Telepon

Telepon ataupun ponsel banyak digunakan oleh masyarakat luas. Tidak terkecuali di dunia kerja. Kerap dipegang dan disentuh, membuat telepon atau ponsel menjadi sarang kuman dan bakteri. Memang, fakta tersebut sudah diketahui sejak lama.

Akan tetapi, beberapa orang masih saja menganggap remeh kebersihan telepon dan ponsel. Terutama pada telepon kantor yang kerap digunakan oleh beberapa pegawai. Untuk itu, pastikan selalu menggunakan pembersih tangan atau hand sanitizer sebelum dan sesudah menggunakan telepon.

Dispenser Galon

Dispenser atau tempat minum air galon biasanya disediakan di beberapa tempat kerja. Fasilitas tersebut justru bisa menjadi penyebab seseorang tertular virus corona. Sebab, tidak semua kantor membersihkan dispenser dengan baik dan benar.

Padahal, jika tidak dibersihkan secara benar, kuman dan bakteri cenderung akan tumbuh. Terutama di tempat yang gelap dan lembap. Bila dibiarkan, ada kemungkinan bakteri dan virus bisa masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya itu, virus juga bisa berpindah jika kalian menyentuh mesin tersebut tanpa membersihkan tangan kembali setelahnya.

Wastafel

Jangan samakan wastafel kantor dengan yang ada di rumah. Di kantor, hampir seluruh pegawai akan menggunakan wastafel tersebut. Tidak sekali atau dua kali, tetapi bisa mencapai puluhan kali. Jarang di sadari, wastafel bisa menjadi sumber kuman dan bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar.

Apalagi virus corona bisa bertahan hidup di permukaan besi atau stainless steel. Melansir dari Boldsky, terkadang partikel makanan bisa menumpuk dan mengering di wastafel. Hal itu nantinya justru bisa bertindak sebagai magnet bagi kuman penyakit untuk menempel.

Toilet

Sudah menjadi rahasia umum, toilet menjadi sarang kuman dan bakteri. Tidak tanggung-tanggung, toilet kerap kali menjadi rumah bagi bakteri E. Coli. Selain itu, virus penyakit lainnya juga bisa menempel pada benda tersebut. Tak terkecuali virus corona.

Salah satu benda yang paling banyak terdapat kuman yaitu pegangan faucet atau tombol yang digunakan untuk menyiram toilet. Lantaran, banyak orang menggunakannya untuk membersihkan toilet. Maka dari itu, usahakan selalu membersihkan tangan setelah ke toilet.

Peralatan Kantor

Berikutnya ada peralatan kantor yang harus ekstra diperhatikan. Baik itu mesin printer, fotokopi, ataupun mesin faks. Alat-alat kantor memungkinkan memiliki risiko tertempel virus corona lebih besar.

Sama seperti lainnya, alat-alat kantor yang disebutkan sebelumnya banyak digunakan oleh para pegawai. Meski sering digunakan, tak jarang alat-alat tersebut dibersihkan secara maksimal. Terkadang bahkan hanya dilap dengan kain dan air saja saat membersihkannya. Untuk itu, usahakan selalu cuci tangan usai menggunakan alat-alat kantor.

Plastik dan Besi

Munculnya virus baru yang sangat berbahaya, membuat para ilmuwan bekerja keras dalam menelitinya. Baru-baru ini, ditemukan hasil temuan baru yang mengatakan virus corona mampu bertahan hidup di sejumlah benda mati.

Dikutip dari The New York Times, Senin (23/3), virus corona mampu bertahan hidup selama 72 jam di permukaan plastik dan besi. Setelah 72 jam, nantinya jumlah virus yang menempel akan menurun secara signifikan.

Kardus

Bagi kalian yang gemar belanja online ataupun belanja dengan menggunakan kardus, sebaiknya berhati-hati. Melansir dari The New York Times, virus corona mampu bertahan hidup dan menempel selama 24 jam di kardus. Jika dibanding dengan lainnya, kardus memiliki risiko tertempel virus corona lebih rendah.

Kendati begitu, perlu diingat jika tidak semua paket pengiriman yang menggunakan kardus itu rendah terpapar virus corona (Covid-19). Berbeda cerita, bila si kurir pengiriman ternyata batuk, bersin atau bahkan tangannya sudah tercemari. Bukan tidak mungkin, paket yang dipegangnya ikut tercemar Covid-19.

Baca Juga: