rajakomen

Gerakan Rakyat Mantapkan Langkah Digital dan Kaderisasi Nasional: Dari Akar Rakyat Menuju Indonesia Berdaya

28 Okt 2025  |  95x | Ditulis oleh : Admin
gerakan rakyat

Jakarta sore itu terasa istimewa. Tepat pada tanggal 28 Oktober 2025, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, ratusan pengurus dan kader Gerakan Rakyat berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Bukan sekadar rapat rutin, melainkan sebuah langkah penting untuk memantapkan arah organisasi menuju transformasi digital dan penguatan perkaderan nasional.

Ruang rapat terasa hangat dan khidmat ketika acara dimulai. Lagu Indonesia Raya menggema, disusul Mars Gerakan Rakyat yang penuh semangat. Doa bersama dipimpin oleh Lukman Prasetyo, dan pembukaan resmi dilakukan oleh Sekretaris Jenderal M. Ridwan.

Sahrin Hamid: Gerakan Ini Lahir dari Nurani Rakyat

Dalam suasana penuh semangat, Ketua Umum Sahrin Hamid menyampaikan pidato yang menggugah. Ia menegaskan kembali jati diri Gerakan Rakyat sebagai organisasi moral yang benar-benar lahir dari kesadaran rakyat — bukan dari kelompok elite, bukan pula proyek politik.

“Gerakan Rakyat bukan organisasi yang lahir dari meja makan keluarga, bukan juga proyek oligarki yang ingin mengamankan kepentingannya. Gerakan ini lahir dari nurani rakyat yang ingin perubahan sejati,” ujar Sahrin tegas.

Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang. Bagi Sahrin, rakyat adalah sumber kekuatan sejati. Sejak dideklarasikan setahun lalu, Gerakan Rakyat telah menancapkan akar di 38 provinsi, bahkan hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan. Ia percaya, perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran kecil di tingkat bawah.

Gerakan Rakyat, menurutnya, berdiri di atas Trilogi Gerakan Rakyat — tiga nilai yang menjadi fondasi perjuangan:

  • Kersa-Ksatria, yaitu kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan keberanian moral;
  • Musyawarah-Mufakat, cara berpikir kolektif dan saling menghargai;
  • Gotong Royong, kekuatan sosial yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Yang membuat orang mau bergerak bukan uang atau jabatan, tapi nurani, integritas, dan kebersamaan. Itulah jiwa Gerakan Rakyat,” tegas Sahrin menutup pidatonya.

Digitalisasi Organisasi: Melangkah ke Era Baru

Rapat pleno ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Gerakan Rakyat. Melalui presentasi yang dipaparkan oleh Wakil Ketua Umum Bung Winston, organisasi ini resmi memperkenalkan sistem digital bernama SIKAP (Sistem Keanggotaan dan Administrasi Pengurus).

Sistem ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan anggota, komunikasi internal, serta kegiatan organisasi secara real-time.
Tak berhenti di situ, Dewan Pakar Nanang Sutisna menambahkan bahwa SIKAP akan dilengkapi dengan fitur pendaftaran anggota secara daring, pelatihan kader digital, serta sistem donasi online yang transparan dan akuntabel.

Langkah ini menjadi wujud nyata bahwa Gerakan Rakyat tidak hanya bergerak di lapangan, tetapi juga beradaptasi dengan kemajuan zaman.

Menyiapkan Kader Kersa-Ksatria

Bidang perkaderan pun tak ketinggalan berbenah. Bung Wahyudi, Sekretaris Badan Perkaderan, mengumumkan bahwa Gerakan Rakyat akan menggelar Program Upgrading Kepengurusan Nasional pada 10–11 Januari 2026 di Jakarta.

Program ini akan diikuti oleh sekitar 60 peserta dari jajaran DPP dan akan difokuskan pada pembentukan kader berkarakter Kersa-Ksatria — pemimpin yang beretika, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat.

Materi pelatihan meliputi:

  • Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ekonomi kerakyatan,
  • Keadilan sosial dan semangat gotong royong,
  • Kepemimpinan moral dan kemampuan memecahkan masalah.

“Kita tidak hanya ingin mencetak pengurus, tapi membentuk manusia Indonesia yang berjiwa pemimpin rakyat,” kata Wahyudi.

Langkah ke Depan: Menguatkan Gerakan dari Akar ke Arah

Dalam sesi diskusi pleno, berbagai ide dan pandangan bermunculan. Para peserta sepakat bahwa digitalisasi dan kaderisasi harus berjalan seiring untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke akar rumput.
Gerakan Rakyat juga berkomitmen memperluas perannya melalui Yayasan Bakti Gerakan Rakyat, yang akan menaungi program sosial seperti BAGANA (Badan Penanggulangan Bencana) dan Sekolah Gerakan Rakyat — wadah pendidikan publik tentang kepemimpinan dan kebangsaan.

Ketika rapat ditutup oleh Sekjen M. Ridwan pada pukul 17.38 WIB, lagu Padamu Negeri menggema memenuhi ruangan. Suasana hening sejenak. Beberapa peserta terlihat menundukkan kepala, larut dalam rasa haru dan semangat kebangsaan.

Gerakan Rakyat kini menatap masa depan dengan keyakinan baru:

  • Bahwa perubahan tidak datang dari atas, melainkan dari bawah.
  • Bahwa kekuatan bangsa bukan di tangan elite, melainkan di tangan rakyat yang bersatu.

Dan dengan semangat itu, Gerakan Rakyat melangkah ke babak baru — Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

Baca Juga: