
Lingkungan yang bersih adalah fondasi utama bagi kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan pembangunan. Di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Dinas Lingkungan Hidup, https://dlhprovkalimantanselatan.id/ mengambil sejumlah langkah penting yang terstruktur untuk mewujudkan visi tersebut. Artikel ini akan menguraikan secara mendalam langkah-langkah strategis DLH Kalsel untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat dan lestari.
Salah satu inovasi DLH Kalsel adalah peluncuran layanan interaktif berbasis digital, yaitu Si?KOPLING (Sistem Konsultasi Persetujuan Lingkungan) melalui chatbot WhatsApp.
Dengan layanan ini, masyarakat dan pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai persetujuan lingkungan seperti AMDAL, UKL-UPL, emisi dan air limbah tanpa harus mengunjungi kantor secara fisik. Manfaat dari langkah ini meliputi:
Langkah digital ini menunjukkan bahwa DLH Kalsel tidak hanya fokus pada kegiatan lapangan, tetapi juga memperkuat fondasi institusional yang menunjang lingkungan bersih.
DLH Kalsel secara aktif menjalankan program pengelolaan sampah serta aksi fisik bersih-sungai sebagai bagian dari lingkungan bersih. Contohnya, program bersih-bersih sungai Sungai Martapura yang dilombakan oleh DLH kepada desa/kelurahan sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.
Program ini mencakup pengumpulan sampah di tepi sungai, pemilahan antara organik dan anorganik ke bank sampah, serta sinergi dengan masyarakat, TNI, Polri dan pemangku kepentingan setempat.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci lingkungan bersih karena sampah yang tidak tertangani dengan baik sering menjadi sumber pencemaran air, tanah dan udara.
DLH Kalsel juga menindaklanjuti pengelolaan TPA serta mendorong praktik yang lebih baik guna menghindari open-dumping. Melalui langkah ini, DLH Kalsel mengubah paradigma dari “buang saja” menjadi “kelola bersama” yang berorientasi lingkungan bersih.
Membersihkan lingkungan bukan hanya tugas teknis, tetapi juga masalah budaya dan kesadaran. DLH Kalsel menerapkan program edukasi dan penghargaan sebagai cara memperkuat keterlibatan publik dan institusi.
Contoh: Penilaian kantor ramah lingkungan program penghargaan untuk perkantoran yang menerapkan kebijakan pengelolaan sampah, efisiensi energi dan penggunaan plastik sekali pakai minimal.
Selain itu, DLH Kalsel menyerahkan apresiasi kepada 147 desa yang menjadi peserta program Program Kampung Iklim (Proklim) ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berperan besar dalam mewujudkan lingkungan bersih.
Dengan edukasi dan penghargaan ini, DLH Kalsel menciptakan momentum perubahan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, sekaligus menanamkan budaya lingkungan bersih sebagai kebiasaan sehari-hari.
Lingkungan bersih juga membutuhkan pengawasan yang konsisten dan implementasi regulasi yang tegas. DLH Kalsel menunjukkan langkah-langkah nyata dalam hal ini. Sebagai contoh, kunjungan pengawasan terhadap limbah medis dan limbah B3, koordinasi dengan Ombudsman Republik Indonesia untuk kajian pengelolaan limbah medis yang tepat.
Selain itu, DLH Kalsel juga memberikan imbauan untuk pengurangan kantong plastik sekali pakai menjelang Hari Raya, melalui surat edaran kepada pemangku kepentingan.
Pendekatan regulasi dan pengawasan ini penting agar langkah-langkah menuju lingkungan yang bersih tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memiliki dampak nyata dan terukur.
Kesimpulan
Mewujudkan lingkungan yang bersih di Provinsi Kalimantan Selatan bukanlah tugas mudah tetapi langkah strategis yang diambil oleh DLH Kalsel memberikan arah yang jelas: dari digitalisasi layanan, pengelolaan sampah dan sungai, edukasi dan kolaborasi publik, hingga pengawasan dan regulasi yang kuat.
Dengan kombinasi tersebut, https://dlhprovkalimantanselatan.id/ membentuk model pengelolaan lingkungan yang bersih, efisien dan partisipatif. Bagi masyarakat, pemangku kepentingan dan pelaku usaha, keterlibatan aktif—baik melalui layanan digital, partisipasi dalam bersih-sungai, atau penerapan budaya ramah lingkungan akan memperbesar peluang keberhasilan menuju lingkungan bersih.
Lingkungan yang bersih bukan hanya aset fisik, tetapi juga nilai sosial dan ekonomi. Melalui langkah-langkah DLH Kalsel, diharapkan Provinsi Kalsel akan semakin menunjukkan kualitas lingkungan yang lebih baik, dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.